Ujilah Anak-anak Kita di Lingkungan

30 Juli 2018 | 0 Komentar | Artikel Pemantik | Administrator | Dibaca 66x

Betapa mengerikannya membayangkan dan menganalogikan anak-anak kita bagaikan produk industri, sehingga kita harus membungkusnya rapat-rapat dari kontaminasi lingkungan, agar anak-anak kita menjadi anak-anak yang bermutu dan disukai.


Kita bahkan seringkali lupa, betapa banyaknya produk-produk dalam kehidupan ini yang justru nikmat dan diminati oleh banyak pihak karena dia telah "terkontaminasi"oleh lingkungan.


Tempe, tape, atau produk-produk fermentasi lainnya adalah produk-produk yang kita nikmati setelah dia "terkontaminasi" oleh lingkungan, karena lingkungan tak selalu buruk, dan bahkan "kontaminasi" itu pun tak selalu berkonotasi buruk.


Bahkan Allah berfirman :

"Diantara tahi dan darah terdapat susu bersih yang mudah dicerna oleh orang-orang yang meminumnya" (AlQur'an)


Sadarilah bahwa produk-produk pertanian yang kita makan itu adalah hasil kombinasi antara bibit yang baik dengan kontaminasi kontaminasi lingkungan. Ia diberi pupuk oleh kotoran hewan, disiram oleh air lalu kemudian dia tumbuh menjadi produk-produk pertanian yang kita makan.


Kita jangan lupa bahwa yang akan menentukan bermutu atau buruknya nilai dari anak-anak kita adalah Allah. Dan Allah mencintai orang-orang yang membersihkan dirinya (mutathahhiriin), bukan orang yang bersih.


Betul bahwa setiap keluarga memiliki filosofi dan gaya pendidikannya sendiri. Tapi apa yang bisa mengukur bahwa filosofi dan gaya pendidikan kita terhadap anak-anak kita itu benar? Itulah lingkungan. Ujilah anak-anak kita di lingkungan, agar kita mendapatkan feedback apakah filosofi dan gaya pendidikan kita terhadap anak itu telah benar.


Jika kita merasa bahwa kita telah mendidik anak kita dengan filosofi, pola dan gaya pendidikan yang benar, tapi tiba-tiba di lingkungan dia begitu mudahnya terpengaruh, begitu mudahnya mendapatkan kontaminasi yang negatif dari luar, bukankah itu pertanda buah filosofi pola dan gaya pendidikan kita keliru?


Dan jangan lupa, sumber pendidikan bagi anak-anak kita itu ada banyak. Ada orang tua, ada rumahnya, ada teman-temannya, ada tetangga, ada lingkungan, ada alam semesta.


Segalanya telah Allah persiapkan menjadi sebuah "sekolah" bagi anak-anak kita. Inilah yang disebut dengan Community Based Education. Jangan sampai kita secara kejam menjaga jarak antar anak kita dengan sumber-sumber belajar yang akan  membuat dia menjadi anak sholeh yang bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

(Ust. Adriano Rusfi)

 

Komentar

Tulis Komentar

Note: Tidak mendukung HTML!