Apa itu Sekolah Alam Bukittinggi?

29 Agustus 2017 | 0 Komentar | Belajar Bersama Alam | Administrator | Dibaca 419x



Apa itu Sekolah Alam Bukittinggi?  

 

Apa bedanya dengan sekolah lain?

Sekolah Alam Bukittinggi adalah sekolah formal swasta tingkatan Sekolah Dasar yang pembelajarannya menggunakan Kurikulum Pendidikan Nasional sama dengan Sekolah Dasar lainnya

 

Jadi apa bedanya?

Perbedaannya adalah pada ragam kegiatan. Sekolah Alam Bukittinggi berbasis kepada kegiatan pembelajaran 3B yaitu banyak aktifitas, banyak bertemu dengan orang, memperbanyak frekuensi dari kegiatan 2B sebelumnya.

 

Aktifitasnya apa saja?

Aktifitasnya berujung kepada temu kenali bakat dan minat. Dalam referensi kami terhadap pemetaan bakat dan minat terdapat 114 bakat dan minat; 15 berupa bakat fisik dan 99 bakat non fisik.

 

Contoh bakat fisik antara lain ACTING (Mengekspresikan peran-peran yang berbeda dari keadaan diri kita yang sesungguhnya), COOKING (Membuat dan memproduksi makanan atau kuliner), PLANTING (Melakukan kegiatan menyiapkan, menyemai, menumbuhkan, memelihara, merawat tumbuhan atau tanaman).

 

Contoh bakat non fisik antar lain; ADVISING (Memberikan nasihat atau saran kepada orang lain), COORDINATING (Mengatur pembagian tugas kepada beberapa orang, agar mereka dapat menyelesaikan tugas yang diberikan), MEDIATING (Berusaha mengatasi dan melibatkan diri dalam upaya penyelesaian sebuah konflik atau perseteruan).

Bakat tersebut muncul setelah melewati berbagai pengalaman kegiatan yang mengerucutkan pada sebuah kesimpulan. Suka atau tidak suka. Berbakat atau tidak.

 

Apa tujuannya?

Pembelajaran yang berbasis kepada ragam kegiatan ini akan membantu anak, orang tua dan guru untuk memperoleh data awal mengenai ketertarikan/kecondongan/kesukaan anak terhadap sebuah aktifitas yang akan menentukan pemilihan pendidikan dan karir di masa depan. Memang pada usia Sekolah Dasar, ragam kegiatan ini baru bersifat pengenalan ragam aktifitas. Dengan kayanya akan pengalaman belajar di bangku Sekolah Dasar  akan membantu anak dalam merancang visi masa depannya akan pilihan jenjang pendidikan berikutnya.

Komentar

Tulis Komentar

Note: Tidak mendukung HTML!

Berita Terkait


Berita Lainnya