Konsep

Nama dan konsep Sekolah Alam Bukittinggi digagas oleh Bapak Lendo Novo pada tahun 1998. Penggunaan nama Sekolah Alam bukan sekedar istilah generik yang dilekatkan pada model sekolah berbasis alam, namun lebih dari itu, Sekolah Alam adalah nama merk (brand) yang penggunaannya harus seijin penggagas Sekolah Alam. Yayasan Gerbang Madani Mulia secara resmi menggunakan nama Sekolah Alam Bukittinggi pada tahun 2016 dengan sepengetahuan dari Bapak Lendo Novo.

Sekolah Alam digagas dengan semangat dasar meneladani model pendidikan yang diterapkan Rasulullah SAW, mempersiapkan generasi pemimpin peradaban. Yaitu generasi yang memahami cara tunduk kepada Allah SWT, memahami cara tunduk alam semesta kepada Allah SWT (Sunnatullah), memahami cara memimpin manusia/alam semesta di muka bumi sesuai dengan hukum Allah SWT dan memahami cara mencari rejeki yang halal sesuai dengan ketentuan Allah SWT.

Landasan inilah yang kemudian ditetapkan sebagai 3 Pilar Dasar Pembelajaran di Sekolah Alam, yaitu :

  1. Pengembangan Akhlak melalui teladan
  2. Pengembangan logika dan daya cipta melalui Experiential Learning
  3. Pengembangan kepemimpinan